Bantu Rifai Sembuh dari Sakit Jantungnya

Orang tua mana yang tak sedih melihat keadaan anaknya yang baru 17 tahun sudah harus terus menerus berbaring di Rumah Sakit? Apalagi jika sesekali sesak menyerangnya, seakan-akan nyawanya sudah akan diambil yang Kuasa.

bantu-rifai-website-copsdasdy-min

Ya .. Dialah Rifai. Anak seorang penjual bakso di Lemahabang, sebuah dusun kecil di Kecamatan Bone-Bone Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Rifai yang baru tambat SMA ini seharusnya sedang dalam kondisi paling prima dalam fase hidupnya.

Namun apa dinyana, ada penyakit jantung yang bersarang di tubuhnya, yang baru diketahui 3 bulan terakhir ini.

Saat naik kelas 2 SMA, di pertengahan tahun 2014 lalu, Rifai memutuskan untuk pindah sekolah di Jawa, tinggal di rumah salah seorang kenalan Bapaknya. Selama di Jawa ia tak pernah pulang, hanya berkirim kabar lewat SMS dan telpon saja dengan orangtuanya.

Selepas ujian nasional 2016 ini, Rifai menyatakan niatnya untuk pulang kampung sekedar beristirahat sejenak dari rutinitas hariannya. Orangtuanya berencana melanjutkan pendidikannya di jenjang perguruan tinggi, meski dengan keadaan finansial yang ‘cukup’. Sebagai anak pertama, ia harus sekolah tinggi untuk memperbaiki keadaan ekonomi keluarganya, membantu orang tuanya untuk menyekolahkan adik-adiknya.

Yang membuat kaget orang tuanya adalah keadaan fisik Rifai yang sungguh menyedihkan. Ketika bertemu pertama kali, badannya kurus kering, hingga mengangkat tas bawaannya pun ia tak kuat. Hati orang tua mana yang tak teriris melihat anaknya begitu?!

Sejak tiba di kampung, Rifai beberapa kali terkena sesak, batuk yang tak kunjung reda dan tubuh yang makin kurus kering seperti sedang terdera sebuah penyakit. Setelah lebaran Idul Fitri 2016, hasil pemeriksaan dokter mendiagnosis bahwa Rifai menderita sakit jantung.

Sungguh, sebuah diagnosis yang sangat menyakitkan. Bagi kami orang kampung, sakit jantung adalah ujian yang teramat berat!

Tak banyak yang dapat dilakukan orangtuanya, hanya pengobatan di dokter kampung dengan pengobatan yang seadanya. Bukan tak ingin berusaha keras, namun dukungan finansial yang tak stabil membuat usahanya terbatas pada pengobatan itu.

Dan tibalah masa itu, saat Rifai kembali kambuh parah. Hingga harus dirujuk ke RSUD Masamba, setelah beberapa jam dirawat di Puskesmas Bone-Bone.

Tubuh bagian bawahnya bengkak. Paha, kaki, betis, jari-jari kaki semuanya bengkak. Begitu dirujuk di RSUD Masamba, ia langsung dirawat di ICU (Intensif Care Unit). Namun saking dinginnya AC di ruangan, Rifai sering sesak kejang yang membuat orang tuanya makin pilu.

Ia akhirnya diputuskan untuk pindah ke ruang isolasi yang hanya dihuni 2 pasien saja. Di ruangan ini ia bebas menggunakan AC atau tidak. Ia dirawat di RSUD sejak Senin, 19 September 2016.

Jumat 23 September 2016, sepekan setelah Rifai dirawat intensif, tak ada perubahan berarti yang ditunjukkan. Tim dokter yang menangani Rifai menyarankan agar Rifai segera dirujuk ke Rumah Sakit di Makassar. Di sana pengobatan bisa lebih maksiaml. Namun orang tuanya secara halus menolak dan terus menerus mencari alasan agar anak tak dirujuk. Tiap kali disarankan untuk rujuk ke Makassar, orangtuanya hanya mengatakan“Besok saja, kita lihat kondisinya besok pagi. Jika memang tak baikan, kita rujuk.”, “Besok saja …”

Hingga dokter pun mempertanyakan :
“Apa bedanya hari ini dengan besok?”

Dokter mungkin tak tau betapa berat mencari biaya pengobatan jika harus ke Makassar lagi. Jarak rumah Rifai dengan Makassar adalah sekitar 500 km (semalam perjalanan). Dirujuk ke Makassar berarti biaya yang dikeluarkan akan lebih banyak lagi. Belum ambulance, biaya hidup di sana, obat, ah .. Terlalu banyak.

Melalui laman KitaBisa.com ini, saya mengajak keluarga, teman, sahabat dan para donatur untuk membantu meringankan beban yang ditanggung keluarga Pak Mujiono. Biaya pengobat memang ditanggung BPJS, namun operasional ke sana kemari, makanan, semua butuh biaya yang tak sedikit.

Rifai adalah anak pertama mereka, harapan keluarga, masa depan adik-adiknya ada di pundaknya. Lantas jika ia sakit-sakitan seperti ini, siapa yang akan membantu orangtuanya untuk membiayai pendidikan adiknya?!

Semoga Tuhan memberikan balasan yang berlipat ganda untuk setiap rupiah yang Bapak Ibu dermakan kepada Rifai.

Semoga Tuhan memberikan pahala yang berlipat-lipat untuk setiap sharing informasi ini di sosmed bapak ibu.

Mohon bantu share ya …

Terima kasih …

Salam hangat,
M. Zainal Abidin (Campaigner, Tetangga Depan Rumah Rifai)

*Update*

Langkah Memberikan Donasi :

  1. Klik “DONASI SEKARANG”
  2. Pada Step 1 Donasi & Pembayaran, masukkan Nominal Donasi, Pilihan Metode Pembayaran (Pilih Rekening Transfer yang Anda miliki, BCA, BNI, Mandiri, BRI, dst), masukkan Nomor Telpon (Nomor HP untuk Keperluan Konfirmasi), Klik “NEXT”
  3. Pada Step 2 Login. Untuk mempermudah login, sebaiknya pilih “LOGIN WITH FACEBOOK” kemudian klik “Continus as [Nama Facebook Anda]”
  4. Anda akan diantarkan ke halaman Rangkuman Pembayaran yang berisi jumlah detail Nominal Transaksi, Nomor Rekening untuk Transfer, dan Batas Pengiriman Transaksi.
  5. Begitu Anda berhasil transfer, akan ada SMS yang masuk ke Nomor HP terkait Donasi Anda.

Jika Anda mengalami kesulitan untuk transfer via KitaBisa.com, silakan transfer secara langsung ke Rekening BRI 0641-01-025093-50-9 an. MUHAMMAD ZAINAL ABIDIN.

Kemudian lakukan konfirmasi via SMS ke 085-299-491-250 dengan format :
Sedekah Untuk Rifai # Nama # Email # Nominal Transaksi # Tanggal Transaksi

Data transaksi akan diupdate di halaman ini.

Laperma Platinum

Laperma Platinum adalah suplemen tumbuh kembang anak yang berguna untuk membantu pemenuhan kebutuhan perkembangan otak. Laperma dibuat dari bahan alami yang juga berguna untuk menambah nafsu makan akan, membantu menjaga berat badan tubuh ideal dan menjaga anak dari sakit.

Laperma Platinum dibuat dari madu apis mellifera, sari ikan salmon pilihan, temulawak dan temuireng, serta lempuyang. Khasiat berbagai bahan alami ini akan berguna dalam masa pertumbuhan anak Mama.

Untuk mendapatkan Laperma Platinum, Mama dapat memesan ke kami lewat website http://www.laperma.co.id